Skip to content

Dating 101: How Does Involvement in Romantic Relationships Affect the College Life of Students?

Primera

Pendahuluan

    Kehidupan kuliah seorang mahasiswa dapat dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk hubungan percintaan. Fenomena pacaran merupakan hal yang sering terjadi saat seseorang menduduki bangku perkuliahan. Namun, belum banyak penelitian yang dilakukan mengenai topik tersebut. Seiring waktu, jumlah orang yang melanjutkan pendidikan sampai dengan tahap perguruan tinggi semakin meningkat. Pada tahun 2019, jumlah mahasiswa baru naik 20,13% menjadi 1,77 juta orang (Jayani, 2021). Persentase pemudi dan pemuda yang telah berpacaran juga cukup tinggi. Data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia dapat menunjukkan bahwa 81% pemudi telah berpacaran, sedangkan 84% pemuda sudah berpacaran (Ansori, 2020). Oleh sebab itu, bagaimana hubungan percintaan dapat memengaruhi kehidupan kuliah mahasiswa menjadi topik yang cukup menarik untuk diteliti. 

Penelitian ini akan memertimbangkan beberapa faktor yang mempunyai dampak pada nilai akademik dan aktivitas non-akademik di kampus seperti organisasi dan kepanitiaan. Diantaranya, faktor-faktor tersebut termasuk gender, angkatan, fakultas, daerah asal, status hubungan, self-esteem, dan depressive symptoms (Li et al., 2019; Schmidt dan Lockwood, 2017). Melihat potensi korelasi dan hubungan yang erat antara hubungan percintaan dan kehidupan perkuliahan, Divisi Penelitian KANOPI FEB UI melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan percintaan dapat memengaruhi kehidupan perkuliahan secara akademis dan non-akademis mahasiswa Universitas Indonesia. 

Data dan Metodologi

Penelitian dilakukan dengan sampel 287 orang dari 3 rumpun di Universitas Indonesia. Adapun rumpun-rumpun tersebut adalah Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK), Rumpun Sains dan Teknologi (Saintek), dan Rumpun Sosial dan Humaniora (Soshum). RIK terdiri dari Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK), dan Fakultas Farmasi (FF). Saintek mencakup Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom). Terakhir, Soshum membawahi Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Psikologi (FPsi), serta Fakultas Ilmu Administrasi (FIA).  Peneliti mengumpulkan data pada periode November dan Desember 2021. Dalam melakukan analisis, peneliti menggunakan metode statistik deskriptif serta anova untuk mengetahui perbedaan signifikan yang terdapat data. Terdapat tiga jenis variabel dependen yang digunakan oleh penulis, yaitu

  1. Indeks Prestasi

Indeks prestasi digunakan untuk mengukur ketercapaian akademik mahasiswa. Peneliti menggunakan indeks prestasi pada semester genap dan ganjil sesuai dengan penelitian Li et al. (2019).

  1. Nilai Rosenberg

Nilai rosenberg didapat dengan cara menjumlahkan jawaban responden atas Rosenberg Self-Esteem Scale yang mengukur besaran self-esteem serta persepsi responden atas self-worth dan self-acceptance. Semakin besar nilai rosenberg maka akan makin besar pula self-esteem responden. Peneliti menggunakan nilai rosenberg berdasarkan penelitian Li et al. (2019).

  1. Nilai Adolescent

Nilai adolescent didapat dengan menggunakan Adolescent Depressive Mood Self-Detecting Scale yang dibuat oleh John Tung Foundation. Nilai ini mengukur tingkat mood depresi responden selama dua minggu terakhir sebelum menjawab kuesioner. Semakin besar nilai adolescent akan mengindikasikan semakin besarnya mood depresi responden. Penggunaan variabel ini didasarkan pada penelitian Li et al. (2019).

Analisis
Statistik Deskriptif

Dari responden yang berjumlah 287 orang, peneliti menguraikan data berdasarkan angkatan, rumpun, serta jenis kelamin

  • Angkatan

Berdasarkan angkatan, peneliti berhasil mengumpulkan data dari empat angkatan, yaitu 2018 hingga 2021. Adapun persebaran angkatan ditunjukkan oleh Grafik 1.

Grafik 1. Persebaran Responden Berdasarkan Angkatan

  • Rumpun

Pada konteks rumpun, peneliti berhasil mengumpulkan sebanyak 60 responden dari RIK, 82 dari Saintek, dan 145 dari Soshum. Penyebaran ditunjukkan oleh Grafik 2.

Grafik 2. Persebaran Responden Berdasarkan Rumpun

  • Jenis Kelamin

Dalam penelitian, 60% responden dari data penelitian berjenis kelamin wanita dan 40% responden berjenis kelamin pria. Persebaran ditunjukkan oleh Grafik 3.

Grafik 2. Persentasi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Hasil

  • Status Hubungan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum terdapat perbedaan nilai rosenberg berdasarkan status hubungan. Nilai rosenberg menunjukkan tingkat persepsi seseorangan terhadap self-worth serta self-acceptance. Secara rata-rata, mahasiswa yang tidak pernah terlibat dalam hubungan percintaan memiliki nilai rosenberg sebesar 26,56, lebih rendah dibanding mahasiswa yang pernah terlibat (27,5) serta sedang terlibat (28,13) dan ditunjukkan oleh Grafik 3a. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rosenberg tertinggi didapat oleh mahasiswa yang pernah terlibat tetapi sedang tidak menjalankan hubungan. Perbedaan ini berhasil dikonfirmasi oleh anova yang ditunjukkan oleh Grafik 3b.

Grafik 3a. Nilai Rosenberg Berdasarkan Status Hubungan

Grafik 3b. Anova Nilai Rosenberg terhadap Status Hubungan

  • Usia pada Hubungan Pertama

Peneliti menemukan bahwa terdapat tren negatif dari rata-rata nilai rosenberg berdasarkan usia ketika pertama kali terlibat pada hubungan percintaan. Penemuan tersebut ditunjukkan oleh Grafik 4a. Penemuan tersebut mengindikasikan bahwa ketika mahasiswa pernah atau sedang terlibat dalam hubungan percintaan, semakin muda umur mereka dalam memulai keterlibatan akan meningkatkan nilai rosenberg mahasiswa. Penemuan tersebut juga dikonfirmasi oleh anova pada Grafik 4b. 

Grafik 4a. Nilai Rosenberg Berdasarkan Usia Saat Hubungan Pertama

Grafik 4b. Anova Nilai Rosenberg terhadap Usia Saat Hubungan Pertama

Selanjutnya, peneliti juga menemukan terdapat perbedaan rata-rata pada nilai adolescent berdasarkan usia saat hubungan percintaan pertama. Adolescent digunakan untuk mengukur mood depresi responden pada dua minggu terakhir sebelum menjawab kuesioner (Li et al., 2019). Peneliti menemukan bahwa terdapat tren positif antara usia saat hubungan pertama dengan nilai adolescent (Grafik 5a). Penemuan tersebut menunjukkan bahwa terdapat indikasi peningkatan mood depresi ketika terdapat peningkatan umur pertama kali seseorang terlibat dalam hubungan percintaan pada seseorang yang pernah atau sedang terlibat dalam hubungan percintaan. Uji anova yang ditunjukkan pada Grafik 5b mengonfirmasi penemuan tersebut.

Grafik 5a. Nilai Adolescent Berdasarkan Usia Saat Hubungan Pertama

Grafik 5a. Anova Nilai Adolescent terhadap Usia Saat Hubungan Pertama

Selain itu, uji anova juga menemukan bahwa terdapat indikasi perbedaan signifikan antara indeks prestasi (IP) mahasiswa pada semester ganjil berdasarkan usia saat menjalani hubungan pertama. Terdapat kecenderungan IP berada pada kisaran 3.41-4.00 dengan menurunnya usia saat pertama kali terlibat dalam hubungan percintaan. Hasil tersebut ditunjukkan oleh Grafik 6a. Selain itu, perbedaan tersebut dikonfirmasi oleh hasil anova pada Grafik 6b.

Grafik 6a. IPK Ganjil Usia saat Hubungan Pertama

Grafik 6b. Anova IPK Ganjil Usia terhadap Hubungan Pertama

  • Rumpun 

    Penelitian ini menemukan bahwa secara umum terdapat perbedaan nilai rosenberg berdasarkan rumpun. Grafik 7a menunjukkan bahwa mahasiswa dari rumpun saintek memiliki nilai rosenberg terendah yaitu 25,63. Selanjutnya, nilai rosenberg soshum adalah 27,59 dan RIK mempunyai nilai rosenberg tertinggi dengan nilai 29,63. Kondisi tersebut mengindikasikan secara natural terdapat perbedaan nilai pada tingkat rumpun. Meskipun begitu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan perbedaan natural yang ada. Perbedaan tersebut dikonfirmasi oleh hasil anova pada Grafik 7b.

Grafik 7a. Nilai Rosenberg Berdasarkan Rumpun

Grafik 7b. Anova Nilai Rosenberg terhadap Rumpun

Kemudian, peneliti menemukan bahwa terdapat perbedaan antara nilai adolescent berdasarkan rumpun. Seperti yang ditunjukkan pada Grafik 8a, secara rata-rata, mahasiswa dari rumpun RIK memiliki nilai adolescent terendah dengan nilai 37,10. Selanjutnya, nilai adolescent rumpun soshum adalah 42,95 dan nilai adolescent tertinggi terdapat pada rumpun saintek dengan 45,74. Hasil tersebut dapat dikonfirmasi oleh anova yang ditunjukkan pada Grafik 8b.

Grafik 8a. Nilai Adolescent Berdasarkan Rumpun

Grafik 8b. Anova Nilai Terhadap Rumpun

Hasil penelitian juga menemukan perbedaan antar rumpun dalam konteks IP semester ganjil dan juga IP semester genap. Selain itu, terdapat perbedaan IP semester genap dan ganjil pada rumpun yang sama. Namun, besaran perbedaan tersebut tidak signifikan. Grafik 9a dan 10a menunjukkan bahwa untuk rumpun soshum, sebagian besar mahasiswa memiliki IP diantara 3,61 dan 3,8. Selain itu, terlihat juga bahwa ada kemiripan antara persentase mahasiswa yang meraih IP diantara 3,41 dan 3,6 dan juga 3,61 dan 3,8 untuk rumpun saintek. Perbedaan yang paling signifikan terlihat pada rumpun RIK, dimana sebagian besar mahasiswa memiliki IP antara 3,81 dan 4,00 pada semester genap, sedangkan pada semester ganjil, sebagian besar siswa memiliki IP antara 3,61 dan 3,8. Hasil tersebut dapat dikonfirmasi oleh hasil anova pada Grafik 9b dan 10b.

Grafik 9a. IP Ganjil Berdasarkan Rumpun

Grafik 9b. Anova IP Ganjil terhadap Rumpun

Grafik 10a. IP Genap Berdasarkan Rumpun

Grafik 10b. Anova IP Genap terhadap Rumpun

Kesimpulan

Secara garis besar, hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan beberapa determinan yang signifikan mempengaruhi campus life dari mahasiswa di Universitas Indonesia. Pada penelitian ini, peneliti menemukan bahwa status hubungan, rumpun, dan usia saat hubungan percintaan pertama bersifat signifikan terhadap campus life mahasiswa. Dalam konteks self-worth dan self-acceptance, keterlibatan status hubungan terbukti berdampak positif. Selain itu, terdapat perbedaan besaran kedua hal tersebut pada tingkat rumpun. Selain itu, keterlibatan dan rumpun juga berpengaruh terhadap besaran depressive mood. Temuan menarik pada penelitian ini terdapat pada konteks self-worth dan self-acceptance berdasarkan status hubungan yang menemukan bahwa pelajar yang pernah terlibat dalam hubungan memiliki self-worth dan self-acceptance lebih tinggi dibanding pelajar yang belum pernah dan sedang terlibat. Selain itu, usia pertama juga ditemukan berindikasi mempengaruhi IP mahasiswa pada semester ganjil.

Comment

Leave a Reply

KANOPI FEB UI

Sekretariat Kanopi FEB UI Lantai 2 Student Centre Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia Depok, 16424 – Indonesia

CONTACT US

Phone
+6281807160022

Email
executiveboard.kanopifebui@gmail.com

© kanopi-febui.org - 2021

MANAGED BY BIRO PUBLIKASI DAN INFORMASI

<